Tuesday, 12 December 2017

Aku menjadi suami buat kakak ku dan ibuku




Tidak terasa sudah 4 bulan kami dibatam setelah Kak Irma hamil 4 bulan, mama pernah menelepon untuk pulang katanya sudah kangan, akan tetapi kami tidak berani pulang selain mengirimkan sms, tlp, serta sudah 3 bulan kak Irma mengirim uang 500rb untuk kebutuhan keluarga dikampung.  Suatu hari kami dikejutkan dengan telepon mama yang mengabari kalau mama sudah berada di Batam dan sudah hampir sampai ke alamat kami, hal ini sangat membuat shock soalnya nanti ibu akan curiga lihat perut kakakku yang sudah agak buncit.  Belum sempat aku berfikir caranya terdengar ketukan pintu dan memang benar mama sudah berada di depan pintu. Aku mempersilahkan mama masuk dan tak lupa menyuguhkan secangkir kopi dingin yang paling mama sukai. Selanjutnya mama menanyakan kamar kakakku untuk istirahat dan mama tertidur selama 3 jam.

Seperti biasa kakak pulang jam 8 malam dan disambut dengan tangisan mama karena kak irma adalah anak kesayangan mama dan aku tidak pernah cemburu karena wajarlah seorang anak perempuan diperlakukan lebih daripada anak laki-laki. Kami terkejut saat mama bilang kakak sudah agak gemuk, mama bilang ” Irma … kamu harus banyak olahraga, mama lihat perutmu saja agak gede sekarang” dan kakak menjawab dengan perasaaan was-was “iya ma, mungkin karena banyak makan karena irma kerja di restoran”.  Setelah makan malam kami sempat duduk-duduk di teras sambil makan snack, kemudian jam 12.00 kakak bilang mengantuk bangat dan mereka menuju ke kamar tidur, mama kembali bingung dan menanyakan “kenapa cuma satu kamar yang kalian pake?” dan kakak langsung menjawab ” Irma ga berani tidur sendiri ma, takut….. jadi adik yang temanin”. kemudian mama mengangguk dan langsung menuju ranjang dan aku mengambil selimut menuju sofa di ruang tamu.

Jam 3 malam seperti kebiasaan kak irma keluar kamar karena kencingnya sudah kebelet dan aku tak tahan melihat kakak keluar dengan baju sebatas pantat tanpa menutupi memek kakak, langsung aku rangkul kakak dari belakang.

“Aku mau pipis dulu…. ga tahan nih…. ” kata kak irma sambil menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.

“Aku jg ga tahan kakak, please ” aku berkata sambil mengarahkan mulutku ke memek kakak.

Tanpa berlama-lama menjilati memek kakak, aku memasukkan penisku ke lobang surga kakak dan mengocok dengan posisi kakak mengangkang dan aku tindih dengan penuh nafsu. 

Pada saat ini aku semakin nafsu dengan teriakan kakak yang kebelet pipis, sehingga sodokanku semakin cepat dan kami terkejut mendengar suara mama” Haahhh, apa yang kalian lakukan??” betapa terkejutnya aku langsung menarik kontolku dan dari memek kakak menyembur cairan mengarah ke badanku, mama yang mendekati kami juga terkena semprotannya sementara kakak mengejang sambil berkata terputus-putus ” Ma….maaf ma….”. selanjutnya sebuah tamparan mengarah kewajah kak irma dan selanjutnya belasan tamparan mampir ke wajahku kiri dan kanan, kak irma yang mencoba melerai kembali mendapatkan hadiah dari mama dan dengan marah mama berkata ” Mama akan kasih tahu papa kalian, besok kalian harus ikut mama pulang ke Medan”.


Kamipun berlutut di kaki mama dan sambil menangis kaka berkata”Maafin kami mam, Irma mencintai adik makanya irma rela hamil, jangan aduan ke papa ya ma”. Mendengar kata hamil mama terduduk sambil menangisi kami, setelah satu jam mama masuk ke kamar mandi. Cukup lama mama dikamar mandi dan mama keluar dan duduk di sofa dan memberi aba-aba kepada kami yang masih bugil untuk duduk bersama.

“Ya sudah mama maafin kalian, tapi ada syaratnya” kata mama


” Terimakasih ma, yang penting papa jangan sampe tahu” kataku.


” Kamu harus nikahin kakakmu dan……” kata mama sambil tersenyum.


” Kamu dan kawinin kakakmu, mama sudah 10 th ga kawin loh dg papa, kamu kawinin mamamu ya sayank”


” Mama ga jadi pipis tadi pingin seperti kamu pipis tadi Irma” sambung mama.

Setelah berkata demikian mama langsung membuka paha lebar-lebar dan akupun mengarahkan mulutku ke lobang yang melhirkan aku, desahan mama mulai terasa dan sambil membuka baju mama menarik kepalaku ke dadanya kuikuti semua arahan mama dan aku masukkan penisku ke memek mama yang agak sempit, jeritan mama semakin keras karena nafsuku yang memuncak saat mama berbisik ” Hamilin mamamu juga sayang auuuhhhhh”. dan cairan syurga mama terasa menyiram kontolku dikuti dengan tembakan spermaku kedalam rahim mama.

Setelah kusodok kembali dengan kencang mama mengejang sambil mendorong aku dan dari memek mama muncrat cairan yang luar biasa banyaknya, akupun meminum kencing mamaku yang masuk kemulut.


“Thanks sayang, luar biasa anak mama ini” kata mama puas dengan seyuman.


” Iyalah ma, adik memang ga ada duanya deh, makanya Irma jatuh cinta dengan adik” kata kk


” Mama juga makin cinta loh, besok kalian nikah dan mama agak lama di Batam nih.


Pingin dihamilin adikmu juga sih…..”


” Asal papa ga tahu, aku mau bikin adik berapa mama mau …..!” kataku.


” Dasar…. kontol kurang ajar…. yuk tidur bareng aja dikamar” kata mama sambil meremes kepala kontolku.


Malam itupun kami tidur bertiga dengan lelap karena kecapean dan kami terbangun jam 6 akupun tak malu lagi memainkan kakak di meja makan seperti biasa kami lakukan tiap pagi. Mama juga senang sekali melihat kami, apabila saat mama kuperlakukan seperti kak irma juga, rintihan, desahan, teriakan mamaku menghiasi hari-hari kami selama sebulan. Dan sebelum pulang ke Medan mama sudah menikahkan kami berdua, walaupun tdak ada yang tahu kalau kami adik-kakak akan karena mama cuma bilang kalau kak irma anaknya.

Sebelum pulang mama memberitahu kepadaku berita yang aku sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana, mama positif hamil anakku dan mama sempat berbisik kepadaku ” Hebat bangat kamu sayang, kamu sukses bikin adik sendri…”. Kemudian mama pulang dengan bahagia pada hari itu, sedangkan kakak mulai cemburu perihal kehamilan mama namun hal itu terjadi beberapa hari saja.